Rencana kampanye pembagian kondom kepada remaja usia 15-24 tahun oleh Menkes Nafsiah Mboi menuai banyak protes di masyarakat. Rencana yang sebenarnya mempunyai tujuan yang sangat baik yakni hendak menekan angka korban penyakit menular HIV AIDS dan praktek aborsi di kalangan remaja yang cenderung meningkat.
Namun bila dikaji lebih mendalam, dengan pembagian kondom kepada kaum remaja yang masih usia sekolah seperti yang ramai diberitakan oleh media massa, bukan hal yang tidak mungkin akan disalahgunakan oleh sebagian besar anak-anak sekolah. Logikanya begini, bila ada seorang anak sekolah katakanlah yang sudah SMA mendapatkan kondom gratis yang dibagikan oleh menteri kesehatan atau depkes atau instansi apa sajalah yang terkait dengan hal ini, lantas kondom yang telah didapat mau diapakan kalau tidak dipergunakan? Ada kemungkinan, mau tidak mau anak sekolah tersebut akan mencari dan berusaha mengajak teman sekolah yang lainnya untuk melakukan hubungan seks. Dengan demikian pemberian kondom gratis ini, kan seolah-olah mendorong anak-anak usia sekolah untuk melakukan hal tersebut.
Beda sekarang beda zaman dulu. Bila anak-anak zaman dulu berbicara soal seks akan tersipu malu bahkan banyak yang menganggap seks itu tabu untuk dibicarakan. Akan tetapi anak-anak di zaman sekarang tidak merasa malu atau pun canggung bila diajak berbicara tentang seks misalnya sesama temannya. Hal ini bisa dimaklumi dan menurut saya perubahan gaya hidup anak-anak sekarang dikarenakan kemajuan yang dicapai oleh suatu negara. Dulu pada tahun 1996 saya pernah menetap selama satu tahun di negara yang duluan lebih maju dari negara kita. Alangkah kagetnya saya ketika waktu itu saya mendapati sepasang anak sekolah setara dengan anak SMA sedang berciuman di depan saya sambil menunggu bis. Saya nya dicuekin. Mereka tidak canggung atau malu sedikit pun, malah sebaliknya, saya yang merasa canggung melihatnya. Lucu kan?
Terus terang saya pribadi sangat tidak setuju bila hal ini dilaksanakan. Alangkah sangat baiknya bila anak-anak sekolah mendapat pendidikan seks yang cukup, baik dari guru di sekolah maupun dari orangtua nya di rumah tentang bahaya seks bebas. Dampak-dampak negatif dari seks bebas seperti aborsi, HIV AIDS serta penggunaan narkoba dll perlu disampaikan secara edukatif kepada mereka agar mereka mendapat perbekalan pengetahuan untuk membentengi diri mereka masing-masing. Sebab pengaruh-pengaruh dari luar seperti berupa ajakan dari teman-teman untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang menjurus ke hal-hal negatif itu sangat kuat. Oceh.
numpang lewat dr idhs,
saya jg gk setuju, kalo itu bener dilaksanakan bisa jadi ap generasi muda Indonesia.. parah”
Semakin aneh aja para penguasa kita ini. Membagikan kondom sama aja ngajarin remaja untuk Free Sex. Gak sekalian dikasih tau alamat tempat mesum yang murah sesuai kantong remaja.
Semoga mereka cepat sadar lah