Jakarta Memilih. Ya, itulah yang akan dihadapi oleh masyarakat Jakarta yang sebentar lagi akan mengadakan pilkada 2012 untuk memilih seorang gubernur dan wakil gubernur dengan masa bakti lima tahun ke depan. Masa bakti yang menurut aku cukup lama di mana selama masa kepemimpinan oleh seorang Gubernur diharapkan dapat mengubah Jakarta yang dipimpinnya menjadi lebih baik. Setidaknya. Yah setidaknya ada sedikit perubahan yang lebih baik yang bisa dirasakan oleh masyarakat Jakarta.
Jakarta dengan penduduknya yang hampir sepuluh juta jiwa, merupakan salah satu kota dengan jumlah penduduk terpadat di dunia. Maklum saja, sebagai ibukota yang merupakan pusat pemerintahan serta pusat perdagangan. Dengan jumlah penduduk yang begitu banyak, berbagai permasalahan sosial yang begitu komplit pun selalu melilit masyarakat Jakarta terutama masyarakat menengah ke bawah. Ada banyak contoh permasalahan yang tinggal kita comot saja. Di antaranya, masalah pengangguran dan kemiskinan, kesehatan, pendidikan, banjir, premanisme, kriminalitas, warga pendatang dll.
Tidak mudah untuk memimpin Jakarta. Itu yang terlintas dalam benakku. Untuk mengubah Jakarta ke arah yang lebih baik membutuhkan waktu dan kerja keras yang luar biasa. Kota Jakarta membutuhkan seorang yang lebih dari sekedar ahli sebab dari segala sudut kota Jakarta perlu mendapat pembenahan.
Tapi yang menjadi tanda tanya besar adalah ketika kota Jakarta yang banyak menyimpan permasalahan sosial yang harus dibenahi dan yang tentunya akan menguras tenaga dan pikiran bagi seorang pemimpin juga bukan merupakan pekerjaan yang gampang, kursi kepemimpinan dengan menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta masih tetap mempunyai daya tarik untuk diperebutkan. Gilanya, ada yang mau dan rela mengeluarkan dana ratusan millyar dalam kampanye yang dilakoninya. Begitu strategis kah jabatan Gubernur DKI Jakarta? Begitu tuluskah pengorbanan mereka?

Begitu enak didengarnya janji-janji gombal yang dihembuskan oleh para calon Gubernur dalam masa kampanye sehingga membuat aku yang sangat memerlukan perubahan menjadi enak tertidur. Begitu terbangun dari tidur, aku sudah bisa sekolah gratis, mendapatkan pengobatan gratis, kampung aku akan dibenahi, jakarta tidak ada banjir lagi dsb … dsb … nya. Sebuah mimpi yang sangat indah dan manis.
Akan tetapi celakanya, begitu saat aku terbangun dari tidur, aku harus melakoni kehidupan yang tidak pernah berubah sama sekali, menjual bakso untuk mencukupi kebutuhan keluarga, menjadi tukang becak dengan penghasilan minim, hanya untuk….. ya…. hanya untuk tidak mampu membayar biaya pengobatan yang begitu mahal pada saat anak aku sakit, menelentarkan anakku yang tidak mampu aku biayai untuk sekolah.
Untuk pilkada kali ini, aku tidak berharap hal yang muluk-muluk. Aku hanya berharap adanya sosok pemimpin yang benar-benar mau memperhatikan rakyat kecil. Benar-benar dapat mensejahterahkan rakyat tanpa ada maksud tertentu. Tidak menjadi perpanjangan tangan oleh pengusaha-pengusaha serakah. Dapat menekan biaya-biaya menjadi semurah mungkin agar terjangkau oleh kami sebagai warga miskin. Tidak usah kami warga miskin diberikan janji-janji muluk seperti mendapatkan berbagai pelayanan secara gratis. Karena biasanya yang gratis tidak diimbangi dengan pelayanan yang maksimal. Itu yang saya tau.
Warga Jakarta pada tanggal 11 Juli 2012 akan memilih seorang Gubernur dan Wakil Gubernur. Aku harus membuka mataku lebar-lebar dan dan pasang telinga untuk memilih seorang Gubernur yang terbaik. Aku tidak ingin ditipu mentah-mentah lagi oleh politisi-politisi busuk yang mempunyai kepentingan tertentu untuk duduk dikursi tertinggi di Jakarta. Tidak sedikit yang memainkan money politic atau politik uang. Bila ada yang mau memberi aku uang, aku akan terima dengan senang hati. Tapi dalam soal memilih, maaf…. aku sudah mempunyai calon. Aku tidak akan menggadaikan masa depan Jakarta dengan imbalan uang. Aku ingin memilih seorang calon gubernur yang mempunyai latar yang baik. Mau benar-benar membangun daerah yang dipimpinnya. Tidak peduli siapa yang memimpin, yang penting dia adalah warga negara Indonesia yang mempunyai komitmen penuh untuk membangun bangsa dan negara.
Ingat ! Gunakan hati nurani kita untuk memilih. Pilihlah yang terbaik menurut Anda. Masa depan Jakarta ada di tangan Anda. Selamat Menyoblos !