INDO PULSA
Bisnis Jual Pulsa Elektrik Harga Murah Untuk Kalimantan Dan Nasional
  • Home
  • Link Exchange
  • Contact
  • Sitemap
Browse: Home / Alergi Obat

Alergi Obat

By indopulsa on 21/06/2012

Artikel ini saya tulis semata-mata hanya untuk sharing dan bukan merupakan referensi kesehatan seperti umumnya pada artikel-artikel kesehatan. Saya akan berbagi pengalaman yang menurut saya cukup penting untuk kita ketahui tentang seseorang yang mempunyai kondisi alergi terhadap obat-obatan.

Alergi obat bisa menyerang siapa saja. Ibarat memakan buah simalakama, bila obat tidak diminum, pasien tidak sembuh sedangkan bila obat diminum, pasien akan mengalami alergi obat yang tidak kalah runyam. Alergi obat yang ditimbulkan pada seseorang bisa mulai dari alergi ringan hingga alergi yang berat. Tentu saja alergi yang berat atau parah bisa mengancam nyawa seseorang. Ada banyak faktor yang bisa membuat seseorang mengalami alergi obat-obatan dan itupun alergi yang terjadi pada setiap orang bisa berbeda-beda karena respon tubuh setiap orang terhadap zat-zat yang terkandung pada obat-obatan tersebut berbeda-beda.

Alergi ObatSaya punya pengalaman dengan seorang anak dari teman saya (sebut saja Romi) yang mempunyai kondisi alergi terhadap obat-obatan. Awalnya kami mengira Romi telah mengidap penyakit epilepsi. Oleh orangtuanya Romi, pun mengira anak mereka telah mengidap penyakit tersebut. Persoalannya ada kemiripan antara orang yang mengalami alergi obat-obatan dengan orang yang mengidap penyakit epilepsi. Misalnya salah satu efek yang timbul dari alergi obat-obatan adalah kejang-kejang dan tidak sadarkan diri.

Kejadian yang menimpa Romi sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, bila Romi mengalami panas demam oleh ibunya selalu diberi obat penurun panas. Hal ini dilakukan berulang-ulang dan tanpa disadari oleh ibunya bahwa anaknya mengalami alergi obat-obat yang mengandung zat-zat tertentu. Dan setelah Romi meminum obat penurun panas tersebut, tidak berapa lama kemudian Romi pun mengalami kejang dan tidak sadarkan diri. Hal ini tentu saja membuat orangtua Romi sangat khawatir terhadap kondisi anaknya.

Dibawa berobat ke dokter (sebut saja dr. A), Romi pun divonis telah mengidap penyakit epilepsi. Ibunya Romi pun bertanya kepada dr. A, ada kemungkinan tidak, Romi alergi terhadap obat-obatan? dr. A pun menjawab, kalau alergi obat-obatan, mengapa obat yang saya berikan ke Romi, tidak menyebabkan Romi terjadi apa-apa? Dokter pun balik bertanya, apakah di keluarga ibu atau dari pihak ayahnya Romi ada tidak penyakit turunan seperti epilepsi? Ibu Romi pun menjawab tidak. Dokter pun berkilah seperti ini, kalian tidak usah menyembunyikan hal seperti itu kepada saya. Umumnya keluarga pasien akan selalu menutup-nutupi bila ada anggota keluarga dari mereka yang mengidap penyakit epilepsi.

Tentu saja kita sebagai orang awam tidak akan mengenal penyakit-penyakit spesifik semacam itu. Saya pun ikut membantu teman saya mencari informasi-informasi dan bertanya-tanya kepada orang yang saya kenal dan jawaban dari mereka hampir 100% mengatakan Romi mengidap penyakit epilepsi. Kemudian saya mencari artikel-artikel yang membahas tentang penyakit epilepsi dan alergi obat-obatan di internet. Umumnya artikel yang saya baca mengatakan ada kemiripan antara penyakit epilepsi dengan orang yang mengalami kondisi alergi obat-obatan.

Di keluarga Romi tidak ada satupun anggota keluarganya baik keluarga dari pihak ibunya maupun dari pihak ayahnya yang mempunyai riwayat penyakit turunan seperti epilepsi. Sedangkan fakta lainnya, pada saat Romi mengalami kejang-kejang di mulut Romi tidak mengeluarkan busa seperti yang dicirikan di artikel yang saya baca.

Kemudian Romi pun dibawa berobat lagi ke dokter yang lain. Dokter yang satu ini mengatakan ada kemungkinan seseorang akan mengalami kondisi seperti alergi terhadap obat-obatan. Bila demikian halnya, tiap kali bila Romi diberi obat, ibu harus mencatat semua nama-nama dan jenis obat-obatan yang ibu berikan pada Romi. Perhatikan jenis obat apa dan kandungan apa saja yang bisa menyebabkan Romi menjadi alergi. Ingat dokter kepada Ibu Romi. Pernyataan dari dokter ini setidaknya membuat sebuah harapan bahwa apa yang dialami oleh Romi bukanlah penyakit epilepsi.

Nah setelah diamati dan diteliti rupanya Romi mengalami alergi obat-obatan yang mengandung zat-zat parasetamol. Parasetamol ini banyak terdapat pada obat-obat penurun panas atau demam yang beredar secara luas di pasaran.

Sebagai alternatif pengganti obat-obat yang mengandung zat parasetamol, bila Romi mengalami panas demam, oleh ibu nya Romi dicarikan obat-obat yang tidak mengandung zat parasetamol seperti obat-obatan dari Cina, misalnya. Dan hasilnya, sampai sekarang anak tersebut tidak mengalami kejang-kejang lagi. Semoga bermanfaat!



Posted in Kesehatan | Tagged alergi obat, epilepsi

« Previous Next »

Copyright © 2013 INDO PULSA.

Powered by WordPress and Hybrid.